Pengertian, Macam Macam Jenis, Dan Contoh Media Pembelajaran

Perlu diketahui salah satu cara agar tujuan pembelajaran dapat tercapai adalah menggunakan media dalam pembelajaran, disamping dapat mempermudah mencapai tujuan pembelajaran, media dapat membuat para siswa antusias dalam pembelajaran yang sedang berlangsung karena mereka melihat suatu hal yang baru, guru menyampaikan suatu pesan atau informasi materi melalui media yang belum atau jarang dilihat siswa. khususnya untuk sekolah tingkat sd/mi mereka akan antusias dalam proses pembelajaran.
Jadi para pembaca tertarik untuk memakai media dalam pembelajaran?
Pengertian, Macam Macam Jenis, Dan Contoh Media Pembelajaran

Maka dari itu pertama kita bahas dulu pengertian dari pada media pembelajaran. Lalu diikuti dengan berbagai macam macam media pembelajaaran, agar nanti para pembaca dapat memahami dari media pembelajaran.

Pengertian Media Pembelajaran

Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. bila media adalah sumberbelajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Dalam proses belajar mengajar media memiliki peran yang cukup penting. karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melaluiu kata kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakkan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian, anak akan dapat lebih mudah dalam mencerna bahan daripada tidak menggunakan media.

Namun perlu diingat, bahwa peranan media tidak akan terlihat bila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dari tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Karena itu, tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, Maka media bukan lagi sebagai  alat bantu pengajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Jadi, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikann sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

Macam Macam Media Pembelajaran

a. Dilihat dari jenisnya, Media dibagi ke dalam:

  • Media Auditif, Adalah media yang hanya menggunakan kemampuan suara. contohnya seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. bagi anak sma mereka dapat menemuinya saat sedang ujian Bahasa Inggris dimana ada beberapa soal Listening. media ini mengandalakan indra pendengaran dan media ini tidak cocok bagi mereka yang mempunyai masalah pendengaran seperti orang tuli. Teman penulis biasa menggunakan media jenis ini pada pelajaran 
  • Media Visual, Adalah media yang hanya menggunakan indra penglihatan (mata). Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam contohnya seperti strip (filem rangkai), slides foto (film bingkai), gambar, lukisan dan cetakan. ada juga media visual yang menampilkan gambar yang bergeak seperti film bisu dan film kartun tanpa suara.
  • Media Audiovisual, adalah media gabungan dari media audio dan visual. dimana media ini disebut media audiovisual yang mempunyai unsur suara dan gambar. media jenis ini dibagi dmenjadi dua: (1) Audiovisual diam, media yang menampilkan suara dan gambar diam contohnya seperti film bingkai suara (sound slides), film rangkai suara dan cetak suara. (2) Audiovisual gerak, media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan gambar yang bergerak contohnya film suara dan video cassette.

Pembagian lain dari media ini adalah:
  • Audiovisual Murni, yang baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti film video cassette
  • Audiovisual Tidak Murni, Yaitu yang unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slides proyektor dan unsur suaranya dari tape recorder. contohlainnya adalah film strip suara dan cetak suara.

b. Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:

  • Media dengan daya liput luas dan serentak, penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang bersamaan contohnya: radio dan Tv
  • Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai yang harys menggunakan tempat tertutup dan gelap.
  • Media untuk pengajaran individual, penggunaan media ini hanya untuk seorang sendiri. termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.

c. Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam

  • Media sederhana, media ini dapat dibuat dengan mudah, bahan media mudah diperoleh dan biaya dari media inipun murah. sedangkan dari penggunaan medianya sendiri mudah digunakan
  • Media kompleks, adalah media yang bahan dan alat pembuatanya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit diperoleh, serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaan memerlukan keterampilan yang memadai.
Demikian penjelasan yang dapat di sampaikan semoga para pembaca dapat membuat media pembelajaran dengan baik dan tujuan pembelajarannya dapat tercapai dengan media yang dibuat.

Pengertian, Ciri Ciri Kepribadian Kreartif

Pada masa ini pendidikan sudah mulai maju, alhasil anak anak banyak yang mencapai tujuan pembelajaran.
Imbas dari pendidikan yang di tempuh ia mendapatkan sebuah kepribadian yang kreatif.
Ciri ciri kepribadian kreatif

Pengertian Kreatifitas

Kreatifitas adalah suatu proses yang menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek esensial kecerdasan analitis, kreatif dan praktif, beberapa aspek yang ketika digunakan secara kombinatif dan seimbang akan melahirkan kecerdasan kesuksesan.

Ciri-ciri Kepribadian Kreatif

Sund ( dalam Riyanto, 2002 ) Menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal melalui pengamatan ciri ciri sebagai berikut:
  1. Mempunyai hasrat keingintahuan yang tinggi atau cukup besar
  2. Bersikap terbuka terhadap pengalaman yang baru ia peroleh
  3. Panjang atau banyak akal
  4. Mempunyai keingintahuan untuk menemukan dan meneliti
  5. Cenderung mencarui jawaban yang luas dan memuaskan
  6. Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas
  7. Cara berfikirnya fleksibel
  8. Mau menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban yang lebih banyak
  9. Kemampuan membuat analisis dan sintetis
  10. Dirinya mempunyai semangat bertanya serta meneliti
  11. Memiliki daya abstraksi yang cukup baik
  12. Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.
Supriadi mengidentifikasi 24 ciri kepribadian kreatif yang ditemukannya dalam berbagai study:
  1. Terbuka terhadap pengalaman baru
  2. Fleksibel peraasaan
  3. Bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan
  4. Menghargai fantasi
  5. Tertarik kepada kegiatan kegiatan kreatif
  6. Mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah untuk terpengaruh kepada pendapat orang lain
  7. Selalu mempunyai rasa ingin tahu yang besar
  8. Toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti
  9. Mengambil resiko yang diperhitungkan
  10. Selalu percaya diri dan mandiri
  11. Memiliki tanggung jawab dan komitmen kepada petugas
  12. Selalu tekun dan tidak mudah bosan
  13. Tidak akan kehabisan akal dalam memecahkan masalah
  14. Kaya akan inisiatif
  15. Peka terhadap situasi keadaan lingkungan
  16. Lebih beroreontasi terhadap masa kini dan masa yang akan datang daripada masa lalu
  17. Memiliki citra diri dan emosionalitas yang stabil
  18. Tertarik akan hal hal yang abstrak, kompleks, holistik dan mengandung teka teki
  19. Memiliki gagasan orisinil
  20. Mempunyai minat yang luas
  21. Menggunakan waktu yang luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan kontruktif bagi pengembang diri
  22. Kritis terhadap pendapat dari orang lain
  23. Sering mengajukan pertanyaan yang baik
  24. Memiliki kesadaran etika moral dan estetika yang tinggi.
Begitulah kepribadian orang yang kreatif menurut Supriadi. perludi ketahui dan digaris bawahi bahwa setiap orang itu unik.

Pengertian, Prinsip dan Syarat Syarat Metode Pendidikan

metode pembelajaran

Mungkin bagi bapak dan ibu guru, belajar lagi itu adalah hal yang susah untuk saat ini dikarenakan waktu kita sudah terbagi bagi dengan keluarga dan lain lain. yang tadinya ingin belajar hal hal untuk membuat pembelajarannya dengan siswa berjalan dengan mulus dan sukses, namun karna kesibukannya tadi yang sudah banyak maka rasa ingin belajarpun hilang. Oleh karena itu mari kita lihat lagi arti dari seorang guru, tujuan seorang guru itu apa? yakni mendampingi siswa dalam Pembelajaran. jadi guru harus dituntut untuk update.
Jadi jika para pembaca ingin menjadi guru yang sesungguhnya maka aayoo belajar lagi, tak usah belajar selama 1 atau 2 jam, cukuplah 5 menit setiap hari atau 3 kali sehari sekali membaca/mengulas materi tentang pendidikan. dan coba sekarang langkah awal mari ulas kembali tentang metode pembelajaran ini, kenapa? agar metode yang para pembaca gunakan/akan digunakan akan lebih menjadi terarah.

Pengertian Metode Pembelajaran

Dari sudut etimologis, metode berasal dari kata ''meta'' dan ''hodes'' meta memiliki arti melalui dan hados berarti cara. Sedangkan dari segi istilah metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. sedangkan pembelajaran adalah sebuah kegiatan belajar mengajar yang interaktif yang terjadi antara guru (pendidik) dan siswa (peserta didik) yang diatur berdasarkan kurikulum yang disusun secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan tujuan tertentu. Jadi dapat disimpulkan, Metode Pembelajaran adalah Cara cara tertentu yang mesti ditempuh untuk kegiatan belajar mengajar antara peserta didik dengan pendidik untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Prinsip Prinsip Metode Pembelajaran

Perlu diperhaikan dalam menggunakan metode dalam pembelajaran hendaknya memperhatikan prinsip prinsip yang mendasari urgensi metode dalam proses pembelajaran.
  1. Prinsip motivasi dan tujuan belajar. perlu diketahui bahwa motivasi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses pembelajaran. dengan memotivasi siswa dalam proses pembelajaran maka diibaratkan guru sedang mengisi bahan bakar siswa untuk bersungguh sungguh mengikuti pembelajaran.
  2. Prinsip kematangan dan perbedaan individual. belajar memiliki masa kepekaan masing masing dan tiap anak memiliki tempo kepekaan yang tidak sama. Semua perkembangan pada setiap anak jelas memiliki tempo yang berbeda beda. karena itu guru harus memperhatikan waktu dan irama perkembangan anak, motif, intelijensi dan emosi, kecepatan menangkap pelajaran, serta pembawaan dan faktor lingkungan.
  3. Prinsip penyediaan peluang dan pengalaman praktis. belajar dengan memperhatikan peluang sebesar besarnya bagi partisipasi anak didik dan pengalaman langsung oleh anak akan jauh memiliki makna.
  4. Integrai pemahaman dan pengalaman. prinsip belajar ini didasarkan pada asumsi bahwa pengalaman mendahului proses belajar dan isi pengajaran atau makna sesuatu haru berasal dari pengalaman siswa itu sendiri. Pendekatan belajar yang mungkin dapat dilakukan adalah: a.) Mengalami. proses ini diawali dengan adanya pengalaman dengan melakukan langsung suatu kegiatan. b.) mengungkapkan. setelah proses mengalami, maka masuk ketahab berikutnya yakni mengungkapkan kembali apa yang sudah dialaminya dan tanggapan atau kesan pengalaman tersebut. c.) Mengolah. semua pengalaman yang sudah didapatkan oleh diri nya sendiri dan pengalaman teman teman belajar dikaitkan dengan pengalaman lain yang mungkin mengandung makna yang sama. d.) menyimpulkan. mengembangkan atau merumuskan prinsip prinsip berupa kesimpulan umum dari pengalaman tadi yang didapat. e.) menerapkan. Proses pengalaman belum lengkap jika suatu ajaran baru belum dipergunakan atau diuji dalam perilaku yang sesungguhnya.
  5. Prinsip fungsional. Setiap belajar tidak bisa lepas dari suatu manfaat.
  6. Prinsip menggembirakan. Belajar merupakan proses yang terus berlanjut tanpa berhenti, tentu seiring kebutuhan dan tuntutan yang terus berkembang. berkaitan dengan kepentingan belajar yang terus menerus, sehingga kesadaran belajar pada anak cepat berakhir. disini yang dimaksut membuat proses yang bisa membuat anak tidak bisa cepat bosan.

Syarat Syarat Penggunaan Metode Pembelajaran

Syarat syarat yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam penggunaan metode pembelajaran :
  1. Metode yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.
  2. Metode yang diguakan harus dapat merangsang keinginan siswa untuk semangat dalam belajar
  3. Metode yang digunakan harus dapat memberikan waktu kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karyanya/ hasil yang ia dapat dalam belajar
  4. Metode yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kepribadian peserta didik.
  5. Metode yang digunakan harus dapat mendidik peserta didik dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
  6. Metode yang digunakan diharuskan dapat menumbuhkan nilai nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari hari.
Oleh Karena itu, Metode pembelajaran tidak dapat diabaikan, karena metode pembelajaran tersebut ikut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar dan merupakan bagian yang terpenting dalam suatu sistem pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat membuat tujuan pembelajaran tercapai.

Macam Macam Model Cooperative Learning Terbaru

Cooperative learning ini sangat terkenal karna bisa membuat siswa menjadi aktif. meski bapak dan ibu guru sudah pernah mempelajarinya atau sudah mempraktekkan model model ini didalam kelas tidak ada salahnya jika bapak ibu guru dan para pembaca mengulas kembali disini, hitung hitung memperkuat ingatan.

Macam macam Kooperatif
Berbagai model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan suasana dikelas menjadi tidak membosankan
Cooperative learning ini sangat terkenal karna bisa membuat siswa menjadi aktif. meski bapak dan ibu guru sudah pernah mempelajarinya atau sudah mempraktekkan model model ini didalam kelas tidak ada salahnya jika bapak ibu guru dan para pembaca mengulas kembali disini, hitung hitung memperkuat ingatan.
Salah satu faktor penting yang dapat membuat pembelajaran menjadi efektif, membuat siswa menjadi aktif, dan tujuan pembelajaran tercapai adalah guru yang menggunakan strategi, metode, model, dan media pembelajaran. Guru mana yag tak ingi siswa siswanya dikelas menjadi aktif dan semangat, Jadi pada kali ini saya akan membahas jenis jenis pembelajaran Cooperative learning yang dapat bapak ibu guru/pembaca gunakan untuk membuat siswa menjadi lebih aktif dan merubah suasana dikelas yag tadinya suasananya seperti itu itu saja. mari simak langsung jenis jenis model pembelajara cooperative learning.

Jenis jenis pembelajaran model pembelajaran kooperatif/ Cooperative learning. Yang dapat membuat siswa menjadi aktif:
Model pembelajaran kooperatif dapat disajikan dengan menggunakan berbagai metode, seperti Teaching Game Team (TGT), Number Head Together (NHT), Studen Teams Achievement Division(STAD), Team Accelerated Instruction (TAI), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), investigasi kelompok ( Group Investigation) , model Make A Match (Membuat pasangan) dan Jigsaw. Berikut akan di paparkan secara ringkas mengenai beberapa pendekatan pembelajaran kooperatif.

1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teaching Game Team (TGT)

Model pembelajaran kooperatif jenis ini mengadopsi pembelajaran mandiri siswa dengan saling bertanta antar kelompok secara bergantian. Tahap pembelajarannya adalah sebagai berikut:
Guru memberikan penjelasan umum tentang materi yang akan dipelajari. Siswa dikelompokan kedalam beberapa kelompok anggota 5-6 orang. Siswa mendiskusikan penjelasan guru serta materi yang diberikan, setelah selesai salah satu kelompok bertanya kepada kelompok yang ditunjuk terkait materi yang telah didiskusikan. Apabila pertanyaan tidak dapat dijawab maka kelompok yang bersangkutan tidak mendapatkan nilai. Setelah itu setiap kelompok bergantian mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain.guru mengevaluasi dan menyimpulkan pembelajaran.

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division)

Model pembelajaran ini pertama kali dikembangkan oleh slavin yang ide dasarnya adalah belajar kelompok dengan mengandalkan kelompok prestasi. Adapun tahapan pembelajaran adalah sebagai berikutMembentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen. Guru menyajikan pelajaran. Guru memberi tugas kepada setiap kelompok. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Memberi evaluasi dan menarik kesimpulan.

3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Number Head Together)

Model pembelajaran kooperatife tipe NHT (kepala bernomor) merupakan pengembangan dari model kooperatif tipe TGT model ini dikembangkan pertama kali oleh kagan. Ciri khususnya adalah pembelajaran kelompok melalui penyelesaian tugas dengan saling membagi ide. Setiap kelompok harus memastikan bahwa anggotanya memahami dan menguasai tugas, sehingga semua siswa memahami konsep bersamaan. Tahapan pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah sebagai berikut: siswa dibagi dalam dua kelompok dimana setiap siswa dalam kelompok memiliki nomor. Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok. Guru memanggil nomor siswa untuk menjawab tugas.

4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD). Model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (cooperative integrated reading composition) adalah sebuah model pembelajaran yang sengaja dirancang untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya baik pada jenjang pendidikan tinggi maupun jenjang dasar. Pada tipe model pembelajaran kooperatif yang satu ini siswa tidak hanya mendapat kesempatan belajar melalui presentasi langsung oleh guru tentang keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga teknik menulis sebuah komposisi (naskah). CIRC dikembangkan untuk menyokong pendekatan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran bahasa yang disebut “kelompok membaca berbasis keterampilan”. Pada model pembelajaran CIRC ini siswa berpasang-pasangan di dalam kelompoknya

5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI)

Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika untuk tingkat 3-6 (setingkat TK). TAI juga mirip dengan STAD dalam hal komposisi tim. Tipe model pembelajaran kooperatif yang satu ini sebenarnya adalah penggabungan dari pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual. Pada model pembelajaran kooperatif tipe TAI, siswa mengikuti tingkatan yang bersifat individual berdasarkan tes penempatan, dan kemudian dapat maju ke tahapan selanjutnya berdasarkan tingkat kecepatannya belajar. Jadi, setiap anggota kelompok sebenarnya belajar unit-unit materi pelajaran yang berbeda.

6. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigasi)

Secara umum perencanaan pengorganisasian kelas dengan menggunakan teknik kooperatif GI adalah kelompok dibentuk oleh siswa itu sendiri dengan beranggotakan 2-6 orang, tiap kelompok bebas memilih subtopik dari keseluruhan unit materi ( pokok bahasan) yang akan diajarkan dan kemudian membuat atau menghasilkan laporan kelompok. Selanjutnya setiap kelompok mempersentasikan atau memamerkan laporannya kepada seluruh kelas untuk berbagi saling tukar informasi

7. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match (Membuat Pasangan)

Model make a match ( membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Penerapan metode ini adalah dimulai dengan teknik, yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/sial sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokan kartunya lalu diberi poin.

8. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Jigsaw merupakan salah satu variasi dari model pembelajaran kooperatif. Pengertian jigsaw adalah sebuah teknik yang dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan teknis "pertukaran dari kelompok ke kolompok lain dengan suatu perbedaan penting: setiap peserta didik mengajarkan sesuatu.
Guru yang menggunakan strategi, metode, model dan media pembelajaran saat dalam pembelajaran berlangsung, guru tersebut merupakan salah satu guru yang peduli terhadap siswa siswanya saat didalam proses pembelajaran. karena guru tersebut menginginkan siswa aktif dan ada timbal balik antara guru dan siswa tersebut.


Materi pada postingan ini hanya sekilas saja, jika pembaca ingin yang lebih lengkap silakan pilih header atau label model pembelajaran.
 

Jangan lupa like dan share keguru guru lain maupun mahasiswa calon guru
Salah satu faktor penting yang dapat membuat pembelajaran menjadi efektif, membuat siswa menjadi aktif, dan tujuan pembelajaran bisa tercapai adalah guru yang menggunakan strategi, metode, model, dan media pembelajaran. Guru mana yag tak ingi siswa siswanya dikelas menjadi aktif dan semangat, Jadi pada kali ini saya akan membahas jenis jenis pembelajaran Cooperative learning yang dapat bapak ibu guru/pembaca gunakan untuk membuat siswa menjadi lebih aktif dan merubah suasana dikelas yag tadinya suasananya seperti itu itu saja. mari simak langsung jenis jenis model pembelajara cooperative learning.

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terbaru 2017

Salah satu cara bagi guru agar pembelajaran di dalam kelas bisa tercapai adalah dengan menggunakan strategi, metode, model, dan media.
model yang dapat digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai adalah model kooperatif tipe stad (student team achievement divisions).
Model pembelajaran kooperatif terkenal dengan kelebihan yang akan didapat peserta didik, dengan menggunakan pembelajaran kooperatif peserta didik akan mendapatkan keterampilan keterampilan.
dipembelajaran.blogspot.com

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Menurut slavin, model pembelajaran kooperatif tipe stad adalah model pembelajaran yang salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dikatakan demikian karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih dekat dengan pembelajaran konvensional. Model STAD ini merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Guru yang menggunakan model STAD mengacu kepada belajar kelompok peserta didik dan menyajikan informasi akademik baru kepada peserta didik setiap minggunya yang menggunakan persentasi variabel dan teks. Peserta didik dalam satu kelas tetentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang. setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki laki dan perempuan berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah ( pembagian dengan kemampuan yang rata  disetiap kelompok nya ).

Dari pengertian diatas dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe stad merupakan suatu model pembelajaran kooperatif yang diterapkan didalam pembelajaran, pembelajaran menggunakan kelompok kelompok dengan jumlah anggota kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Model STAD lebih mengutamakan sikap berpartisipasi peserta didik untuk mengembangkan potensi kognitif dan afektif.

Langkah Langkah Penerapan Kooperatif Tipe STAD

Pertama langkah langkah menurut Slavin yang terdiri dari 5 komponen utama yang dapat membawa suasana kerja kelompok pada siswa.
  1. Presentasi Kelas, presentasi merupakan salah satu jenis pengajaran dalam kelas, presentasi juga merupakan komunikasi satu arah dimana informasi disampaikan kepada audiens oleh pembicara.
  2. Kerja kelompok (tim), Merupakan salah satu kegiatan dalam belajar yang dilakukan bersama sama dengan masing masing tugas tugas. Tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu satu kelompok  untuk menguasai materi tersebut. siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok.
  3. Kuis, kuis dikerjakan siswa secara mandiri. tujuan dari kuis ini adalah menunjukkan apa  saja yang telah diperoleh oleh siswa selama belajar dalam kelompok. hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan inddividu dan disambungkan dalam nilai kelompok.
  4. Skor kemajuan individu, Merupakan nilai dari hasil kuis yang diadakan dalam belajar kelompok atau tes cepat setelah guru menjelaskan suatu materi. hasil hasil nilai tersebut bisa menambah nilai secara pribadi yang nantinya dapat memberikan konstribusi poin yang maksimal kepada tim nya dalam sektor ini.
  5.  Rekognisi tim, Pemberian penghargaan kelompok berdasarkan pada rata rata nilai perkembangan individu. diambil dari nilai hasil individu yang dikelompokkan dengan hasil kerja kelompok maka akan didapat nilai kelompok sehingga akan ada penghargaan kelompok terbaik. Tim akan mendapatkan sebuah sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata rata mereka mencapai kriteria tertentu.
Kedua, langkah langkahproses pembelajaran model kooperatif STAD
  1. Tahap penyajian materi, Guru memulai dengan menyampaikan indikator yang harus dicapai dan memotivasi rasa ingin tau siswa tentang materi yang akan dipelajari. Teknik penyajian materi pelajaran yang akan dilakukan secara klasikal ataupun melalui audio visual.
  2. Tahap kegiatan kelompok, siswa diberi lembar tugas sebagai bahan yang akan dipelajari. siswa saling berkerja kelompok dan berbagi tugas, lalu saling membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang dibahas, dan satu lembar dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok. pada tahap ini guru berperan sebagai fasilisator dan motivator tiap kelompok.
  3. Tahap tes individual, pada tahap ini untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan belajar telah dicapai, maka itu diadakan tes secara individual, mengenai materi yang  telah dibahas.
  4. Tahap perhitungan skor individu, Tahap ini dihitung pada berdasarkan skor awal, skor perkembangan individu dihitung berdasarkan skor awal (pretest) sebelum treatmen. berdasarkan skor awal setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya berdasarkan skor test yang diperolehnya.
    dipembelajaran.blogspot.com
  5. Tahap pemberian penghargaan kelompok, setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata rata kelompok. dari hasil ini perkembangan, maka penghargaan pada presentasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok terbaik, terbaik, dan tersuper. berikut penghargaan yang dapat dilihat dari tabel:
    dipembelajaran.blogspot.com
Skor kelompok didapat dengan cara menjumlahkan masing masing sumbangan skor individu anggota dalam kelompok dan hasilnya dibagi sesuai dengan jumlah anggota kelompoknya, sehingga didapat rata rata skor perkembangan individu dalam kelompok yang disebut dengan nilai rata rata kelompok atau tim. Disini guru juga bisa memberikan rewaed berupa hadiah sebagai hasil kerja kelompok terbaik yang tujuannya untuk memotivasi siswa agar belajar lebih giat lagi.

Kelebihan dan kelemahan STAD (Student Teams Achievement Divisions)

Dalam Model Kooperatif Tipe STAD ( Student Teams Achievement Divisions) Terdapat kelebihan:
  1. Siswa berkerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma norma kelompok
  2. Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama
  3. Siswa aktif berperan sebagai tutorial sebaya atau seumur/seusia untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok
  4. Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat
  5. Model STAD ini dapat meningkatkan kecakapan individu siswa
  6. Model STAD ini juga dapat meningkatkan kecakapan kelompok atau tim
  7. Tidak bersifat kompetitif
  8. Tidak memiliki rasa dendam
Dalam Model Kooperatif Tipe STAD ( Student Teams Achievement Divisions) juga terdapat kelemahan yang harus diketahui oleh guru, yakni:
  1. Kontribusi dari siswa yang berprestasi rendah akan menjadi kurang
  2. Siswa berprestasi tinggi akan mengarah pada kekecewaan karena peran anggotanya yang pandai lebih dominan
  3. Proses pembelajaran akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa sehingga sulit mencapai target dari kurikulum
  4. Membutuhkan waktu yang lama sehingga pada kebanyakan guru tidak mau menggunakan model kooperatif
  5. Model kooperatif membutuhkan kemampuan khusus yang harus dimiliki oleh guru sehingga tidak semua guru mau menggunakan model pembelajaran kooperatif ini
  6. Model  pembelajaran ini menuntut sifat tertentu dari siswa, contohnya sifat suka berkerja sama
Kekurangan kelebihan model pembelajarahn kooperatif tipe STAD (student teams achievement divisions) ini merupakan pendapat dari Bapak Aris Shoimin

Jika masih ada yang kurang jelas maka anda bisa menanyakannya di komentar